Ketombe yang di beberapa daerah juga disebut sebagai kelemumur
atau sindap memiliki nama latin Pityriasis capitis. Ini merupakan pengelupasan
kulit mati dalam jumlah yang berlebihan pada kulit kepala.
Setiap
sel kulit mati yang terkelupas memang menjadi kejadian alami yang normal-normal
saja ketika jumlahnya sedikit. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang cenderung
mengalami pengelupasan secara terus menerus, baik itu secara akut,
kronis maupun hanya sesekali. Bahkan pengelupasan tersebut terjadi diikuti
dengan pemerahan hingga iritasi kulit kepala .
Sebagian
besar kasus pengelupasan berlebihan ini dapat disembuhkan menggunakan jenis
shampo khusus maupun pengobatan lainnya seperti obat tradisional.
Baca
juga : Cara menghilangkan ketombe dengan jeruk nipis
Menjadi Gejala Infeksi Jamur Hingga Proriasis
Selain
dikenal sebagai pengelupasan berlebihan, Wikipedia juga menyebutnya sebagai
gejala seborrhoeic dermatitis, infeksi jamur, psoriasis maupun kutu rambut.
Ketika
mengalaminya, tidak dianjurkan sekali untuk menggaruk kepala terlalu sering.
Pasalnya, menggaruk kulit kepala ketika terjadi pengelupasan berlebih hanya
akan memunculkan risiko seperti kerusakan kulit dan infeksi (khususnya bakteri
streptococcus dan staphylococcus) dan dapat menyebabkan ketombe berkerak.
Meskipun
infeksi dari kedua bakteri tersebut menjadi risiko terbesar ketombe, namun
kebanyakan orang menganggapnya lebih sebagai salah satu penyebab dari isu
sosial semacam kehilangan percaya diri bagi para penderitanya.
Maka
dari itu, pengobatan dalam waktu secepat mungkin dinilai menjadi suatu langkah
yang dinilai paling tepat.
Pengelupasan
kulit kepala secara berlebihan dikenal pula sebagai sekelompok corneocytes yang
sudah mempertahankan tingkat kohesi satu sama lain.
Oleh
karena itu, dilepaskan dari permukaan stratum korneum. Sementara itu, berat dan
ukuran yang dimilikinya berbeda dari waktu ke waktu, termasuk dari daerah yang
berbeda.
Hal
tersebut terjadi karena pembentuk utamanya secara umum merupakan sel
parakeratotic. Jumlahnya sendiri sangat tergantung dengan tingkat keparahan
manifestasi klinis.
Kemungkinan
juga dapat dipengaruhi soborrhea. Tentunya pada kasus yang sudah sangat parah
jumlahnya tergolong sangat banyak.
Penyebab Umum Ketombe
Seiring
dengan kulit yang terus mengalami pertumbuhan, sel-sel epiderma secara otomatis
akan terdorong keluar. Akhirnya sel-sel epiderma yang telah terdorong keluar
tersebut akan mati sekaligus terkelupas dari kepala.
Pengelupasan
tersebut umumnya terjadi sangat kecil untuk dapat dilihat oleh mata telanjang.
Akan tetapi, dalam kondisi tertentu memang dapat menyebabkan terjadinya
pertumbuhan atau pergantian sel yang terlalu cepat, terutama akan terjadi pada
kulit kepala.
Sel-sel
kulit mati pada orang-orang yang berketombe kemungkinan akan mati dan
tergantikan oleh yang baru kira-kira dalam jangka waktu dua minggu.
Namun,
pada orang yang bebas dari pengelupasan berlebih, siklus tersebut hanya
berlangsung satu bulan sekali.
Akibatnya,
sel-sel kulit mati menjadi terlepas kemudian menumpuk di dalam jumlah yang
cukup besar. Tentunya ketika dilihat akan tampak bagaikan serpihan berwarna
kelabu atau putih di kulit kepala.
Dalam
kondisi yang sudah terlalu parah, bahkan dapat dengan mudah
menyembul ke permukaan rambut.
Pengaruh Nutrisi Buruk
Dalam
beberapa kasus, pengelupasan kulit kepala berlebihan atau ketombe justru muncul
akibat adanya masalah nutrisi buruk.
Nutrisi
buruk yang dimaksud di sini secara khusus yang disebabkan oleh defisiesnsi
mineral seng. Dimana seng dapat ditemukan dengan mudah pada makanan-makanan
sejenis ayam kalkun, kerang-kerangan, babi hingga kacang-kacangan.
Di
sisi lain, asupan makanan tersebut sangat bermanfaat untuk membantu proses
pengobatan. Baik itu yang dilakukan hanya menggunakan shampoo dengan kandungan
khusus mengatasi pengelupasan kulit berlebihan maupun menggunakan metode
pengobatan ketombe lainnya.
Contohnya
seperti memanfaatkan racikan herbal sebagai bahan keramas pengganti shampoo
atau masker rambut.
Baca juga : Cara menghilangkan ketombe dengan garam


0 Response to "Seluk Beluk Ketombe dan Penyebab Kemunculannya"
Post a Comment